Ayoo Berpartisipasi

berpartisipasi menyampaikan artikel / tulisan atau menjadi kontributor Konten di blog ini?
Kirimkan artikel/konten/tulisan anda ke bphgkebuntok@yahoo.co.id
lewat yahoo atau Gmail

Baca : Cara Kirim Artikel
Privasi email yang anda kirimkan 100% dilindungi oleh BPH MJGKE Buntok

Tutup Tahun 2015 dengan Sabda Yesus

Jemaat sekalian, Perayaan Natal boleh berakhir. Pesta Natal boleh usai. Tetapi sukacita Natal harus terus hadir menaungi setiap langkah kehidupan kita di dunia. 365 hari perjalanan kehidupan hampir kita lalui, ada sukacita dan ada pula dukacita yang telah terjadi. Ada sukses dan ada pula kegagalan.
Di penghujung tahun ini, kami memberikan satu nast yang bisa anda baca dan renungkan bersama keluarga dalam Ibadah Bersama Keluarga di rumah anda masing-masing saat akan menutup Tahun 2015 ini.

Sabda Yesus ini terdapat dalam Injil Yohanes 3 yang bisa anda baca mulai dari ayat kedua sampai dengan ayat yang ke dua puluh satu (Yohanes 3 : 2 - 21).


Badan Pekerja Harian
Majelis Jemaat GKE Buntok
Mengucapkan :
Selamat Tahun Baru, Lahirlah menjadi manusia baru dalam Tuhan.
Yesus Memberkati!.


Artikel Terkait:

DENGAN MEMBERIKAN KOMENTAR UNTUK SETIAP ARTIKEL YANG KAMI TAYANGKAN, BERARTI ANDA IKUT BERPARTISIPASI DALAM MEMBANGUN PELAYANAN BAGI JEMAAT, KHUSUSNYA DI JEMAAT GKE BUNTOK

Selamat Natal dan Tahun Baru


Apa yang sudah kita lakukan selama satu tahun ini bagi banyak orang?
Apa yang akan kita lakukan untuk tahun yang akan datang?

Pertanyaan diatas hendaknya memberi motivasi bagi kita semua bahwa melalui Natal akan ada proses perubahan kehidupan rohani manusia menjadi seorang manusia yang lahir baru dalam Iman dan Percaya kepada Kristus, Sang Firman yang hidup. Dan bukan hanya Percaya, tetapi benar-benar mengaplikasikan Kasih Tuhan dalam setiap langkah kehidupan pribadi, keluarga, jemaat, masyarakat, bangsa dan negara. Karena itu jadikan diri anda sebagai Terang di dalam dunia bagi semua orang. 

Selamat Natal 25 Desember 2015, Selamat Tahun Baru 1 Januari 2016, Imanuel!.


Artikel Terkait:

DENGAN MEMBERIKAN KOMENTAR UNTUK SETIAP ARTIKEL YANG KAMI TAYANGKAN, BERARTI ANDA IKUT BERPARTISIPASI DALAM MEMBANGUN PELAYANAN BAGI JEMAAT, KHUSUSNYA DI JEMAAT GKE BUNTOK

Lomba / Kontes Photo "Kebahagiaan Natal 2015"

Memeriahkan Sukacita Natal 2015, BPH MJGKE Buntok mengadakan Lomba/Kontes Photo
"KEBAHAGIAAN NATAL 2015".
Penjelasan Lomba sebagai berikut :
1. Tema : KEBAHAGIAAN NATAL 2015 ANDA & KELUARGA
2. Photo yang dilombakan adalah Photo terbaru dengan nuansa Natal
3. Gambar / Photo harus terdiri minimal 2 orang. Boleh ayah-Ibu, ayah-Anak, Ibu-anak, anak-anak, saudara, ataupun keluarga besar anda
4. Peserta lomba hanya boleh memuat maksimal 2 buah photo
5. Peserta lomba dikhususkan hanya bagi Warga Jemaat GKE Buntok & Warga Jemaat Gereja Maranatha Buntok
6. Photo Wajib di upload di https://www.facebook.com/kebahagiaanNatal2015 menggunakan Akun Pribadi Peserta
7. Peserta wajib me-Like halaman lomba / Kontes

KRITERIA PENILAIAN :
Kreativitas Photo Natal anda dan keluarga
BATAS WAKTU :
Batas waktu lomba sampai dengan tanggal 22 Desember 2015 pukul 24.00 WIB
PENGUMUMAN :
1. Pengumuman 4 (empat) Photo paling kreatif di sampaikan pada tanggal 23 Desember 2015
2. Pengumuman Pemenang Lomba Photo akan disampaikan melalui blog Jemaat GKE Buntok & Facebook Warga Jemaat GKE Buntok
3. Hadiah Lomba akan disampaikan pada Perayaan Natal Umum di Gereja IMANUEL BUNTOK, Tanggal 24 Desember 2015
Mari, ajak keluarga anda ber-photo bersama dengan cara unik dan kreatif sebagai wujud sukacita Natal 2015.


Artikel Terkait:

DENGAN MEMBERIKAN KOMENTAR UNTUK SETIAP ARTIKEL YANG KAMI TAYANGKAN, BERARTI ANDA IKUT BERPARTISIPASI DALAM MEMBANGUN PELAYANAN BAGI JEMAAT, KHUSUSNYA DI JEMAAT GKE BUNTOK

Mencari Tuhan? Bagaimana caranya?



Dermawisata J Baen, M.Th
”Tenanglah, hai jiwaku, pohon-pohon sedang berdoa, aku berbisik kepada pohon itu, ceritakanlah tentang Allah, lalu pohon itu berbunga”   
Ini adalah kutifan dari salah satu tulisan Mahatma Gandhi yang terkenal itu. Menurut Gandhi keteduhan hati sangat diperlukan oleh jiwa yang mencari hubungan dengan Tuhan. Itu sebabnya kicauan burung, gesekan daun bambu dan gemercik air yang menetes terasa menyenangkan di telinga dan hati kita. Sebaliknya klakson mobil, teriakan histeris dan alat musik band yang nyaring menimbulkan suasana tegang dan perilaku yang agresif. Bunyi yang terlalu nyaring adalah berbahaya, sebab bunyi itu dapat menggangu ketentraman jiwa yang normal. Ukuran untuk menggolongkan jenis bunyi dan suara disebut decibel. Bunyi dan suara yang berada di bawah 60 decibel termasuk normal, sebagai contoh; bunyi daun yang ditiup angin, percakapan biasa atau suara dari lemari es. Sedangkan golongan bunyi dan suara yang termasuk berbahaya, yakni  60 – 130 decibel, seperti suara blender, guntur yang keras, speaker dan sound sistem gereja yang terlalu keras , serta alat band yang memekakkan telinga.  Pada hakikatnya semua makhluk menyukai suasana yang tenang dan teduh, sebab ketenangan memberi rasa aman dan nyaman. Sedangkan suasana gaduh orang mudah gugup. Sedangkan  suara bising dan hiruk pikuk menyulitkan orang berpikir dengan jernih. 
Tuhan pun tidak  mau dijumpai manusia dalam suasana gegap gempita. Itu sebabnya ketika Nabi Elia disuruh Tuhan menemui-Nya, mula-mula Elia mencari Tuhan di tengah ”angin badai yang membelah gunung dan memecahkan bukit batu” Tetapi Tuhan tidak ada di sana. Elia kemudian mencari Tuhan di dalam gempa, tetapi Tuhan tidak ada. Lalu Elia mencari Tuhan di dalam api, di situ pun  tidak ada Tuhan.  Kemudian, ”datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa”, ternyata di situlah Tuhan ( I Raja-Raja 19 : 9-18).  Itu berarti bahwa Tuhan dapat dijumpai oleh hati manusia yang tenang dan teduh dalam suasana yang hening dan halus.  Pemazmur juga telah mencari Tuhan dan Tuhan datang menemui pemazmur bukan dalam suasana gegap gempita. Tuhan datang menemui pemazmur tatkala hidupnya merana dalam keterasingan. Ia ingin menyampaikan perkataan Tuhan melalui  mazmurnya di hadapan raja dengan berpura-pura tidak waras pikirannya, tetapi Abimelekh mengusirnya pergi dari istana.  Lalu dalam kesunyiannya pemazmur berkata, ”Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku dan melepaskan aku dari segala kegentaranku” (Mazmur 34:5 ). 
Kita beribadah untuk ”bertatap muka” dengan Tuhan dan mendengar suara-Nya. Tetapi kita sulit mendengar suara bisikan Tuhan, kalau kita  ribut berbicara sendiri. Seringkali juga tidak disadari  kebaktian terlalu dipadati dengan bunyi dan suara. Hampir tidak ada saat untuk hening. Kadang pemandu lagu dalam ibadah bernyanyi bak seorang artis yang sedang show, sehingga suara nyanyian jemaat hilang tak terdengar. Kadang alat  musik terlalu nyaring dan bising hingga kekusukan ibadah menjadi kabur dan kosentrasi menjadi buyar. Bagaimana agar jiwa kita bertemu dengan kuasa Tuhan? Maka carilah Tuhan dalam keheningan dan ketenangan. Rasul Petrus berkata dalam ( I Petrus 4 : 7b ), ”Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa”.

BILA  ANDA MERASA TERBERKATI DENGAN TULISAN INI, BERI KOMENTAR DAN KATAKAN AMIN...

( Pdt. Dermawisata  J. Baen, M.Th )


Artikel Terkait:

DENGAN MEMBERIKAN KOMENTAR UNTUK SETIAP ARTIKEL YANG KAMI TAYANGKAN, BERARTI ANDA IKUT BERPARTISIPASI DALAM MEMBANGUN PELAYANAN BAGI JEMAAT, KHUSUSNYA DI JEMAAT GKE BUNTOK