Ayoo Berpartisipasi

berpartisipasi menyampaikan artikel / tulisan atau menjadi kontributor Konten di blog ini?
Kirimkan artikel/konten/tulisan anda ke bphgkebuntok@yahoo.co.id
lewat yahoo atau Gmail

Baca : Cara Kirim Artikel
Privasi email yang anda kirimkan 100% dilindungi oleh BPH MJGKE Buntok

Ayo kita Berdamai dan Bersahabat



Pdt. Dermawisata J Baen, M.Th
Old Shatterhand seorang pemuda Amerika keturunan Jerman terjebak diantara peperangan dua suku Indian Kiowa dan Apache. Winnetou seorang kepala suku Apache menganggap kehadiran Old Shatterhand yang bekerja sebagai pengukur tanah sebagai musuh. Suatu kali, Winnetou tertangkap oleh suku Kiowa. Namun Old Shatterhand menyelamatkaannya pada suatu malam. Old Shatterhand mengerat sepotong rambut Winnetou yang dalam keadaan pingsan sebagi bukti bahwa ia adalah penolong Winnetou. Ketika siuman, Winnetou kaget dan bertanya, “Siapa yang memberikan rambut itu kepadamu, bukankah itu rambutku”? Old Shatterhand menjawab, tenang “Roh Agung yang Mahabaik mengutus seorang penolong yang tidak dikenal ketika kamu diikat oleh suku Kiowa. Penolong itu tidak mau diketahui jati dirinya demi keselamatannya. Tetapi kini penolong itu tidak perlu menyembunyikan diri lagi. Percayakah kamu sekarang bahwa sebetulnya sejak dulu aku bukan musuhmu, melainkan sehabatmu?”
Cerita di atas adalah kutifan buku karangan Karl May (1842-1912).  Karl May adalah anak seorang penenun miskin di Jerman, kurang gizi dan menjadi buta sejak lahir. Namun pada usia enam tahun May mulai melihat, ia bersekolah dan menjadi seorang guru. May pernah juga dipenjarakan akibat mengidap gangguang jiwa. Di dalam penjara ia dibimbing oleh seorang Pendeta yang menugaskannya mengarang dan menjaga perpustakaan penjara. Keluar dari penjara May mulai menulis hingga usianya 70 tahun. Buku-buku karya May adalah merupakan apologia (pembelaan) teologis terhadap filsafat Nietsche yang mengajarkan bahwa manusia adalah Ubermensh, yaitu manusia yang bernafsu menjadi unggul. May menentang  ajaran ini. Menurut May, kehebatan manusia justeru terletak dalam kemauan untuk berdamai dan bersahabat.
Alkitab Kejadian 26:26-36 juga berkisahkan tentang kehebatan Ishak yang mau berdamai dengan Abimelekh raja orang Filistin yang pernah mengusirnya dari Gerar. Secara kemanusiaan pada umumnya sulit bagi orang begitu cepat berdamai dengan orang yang pernah mengusirnya. Tetapi Ishak tidak demikian. Ia menerima permintaan maaf dan tawaran berdamai dari Abimelekh dengan senang hati. Bahkan ia menjamu mereka dengan makanan dan minuman kemudian melepaskan mereka meninggalkan dia dengan damai.
Di sini kita mendapatkan pelajaran yang penting bahwa memang benar, kehebatan seseorang adalah bukan pada nafsu dan kemauan kerasnya untuk menjadi unggul dari orang lain. Tetapi kehebatan manusia justeru terletak pada kerendahan dan kemurahan hatinya. Kehebatan manusia terletak pada kelemah lembutannya dan kesucian hatinya. Kehebatan manusia adalah terletak pada kemauannya untuk selalu hidup dalam perdamaian dan persahabatan dengan orang lain. Yesus berkata di dalam ( Mat.5:5-9), “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Dan berbahagialah orang membawa damai, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”. Maukah kita menjadi orang yang berbahagia? Kalau mau, maka marilah kita sejak saat ini mengembangkan sifat kerendahan hati, kelemah lembutan, dan perdamaian seorang dengan yang lainnya.

BILA  ANDA MERASA TERBERKATI DENGAN TULISAN INI, BERI KOMENTAR DAN KATAKAN AMIN...
 ( Pdt. Dermawisata  J. Baen, M.Th)


Artikel Terkait:

DENGAN MEMBERIKAN KOMENTAR UNTUK SETIAP ARTIKEL YANG KAMI TAYANGKAN, BERARTI ANDA IKUT BERPARTISIPASI DALAM MEMBANGUN PELAYANAN BAGI JEMAAT, KHUSUSNYA DI JEMAAT GKE BUNTOK

0 Response to "Ayo kita Berdamai dan Bersahabat"

Post a Comment