Ayoo Berpartisipasi

berpartisipasi menyampaikan artikel / tulisan atau menjadi kontributor Konten di blog ini?
Kirimkan artikel/konten/tulisan anda ke bphgkebuntok@yahoo.co.id
lewat yahoo atau Gmail

Baca : Cara Kirim Artikel
Privasi email yang anda kirimkan 100% dilindungi oleh BPH MJGKE Buntok

Tanggung Jawab Iman seorang Jemaat di tengah masyarakat


Dermawisata J Baen, M.Th
Menyoroti kemerosotan moral, bukan berarti kita berdiri sebagai orang yang tak berdosa. Kita semua adalah manusia yang berdosa. Namun kesadaran untuk memperbaiki diri, belum tentu dimiliki oleh semua orang. Di tengah masyarakat biasanya muncul dua kelompok. 
(1) orang berdosa namun tidak mau menyadari keberdosaannya. 
(2) orang berdosa yang menyadari keberdosaannya dan mau berbalik kepada Allah.  

Nabi Mikha sadar bahwa ia patut menerima kemarahan Tuhan, meski ia tidak terlibat dalam keberdosaan umat.  Karena itu ia berkata, `celakalah aku`(Mikha 7:1-6). Ini adalah ungkapan kesadaran atas keberdosaan di tengah masyarakat yang menjadi tanggung jawab bersama. Tetapi Mikha heran, orang saleh sudah sulit ditemukan dari negerinya seperti mengumpulkan anggur dimusim kemarau. Semua orang hanya mengutamakan keuntungan diri sendiri, tidak segan-segan mencelakakan teman, kekasih, atau orang tua sekalipun. Nas ini mengingatkan dua hal sebagai tanggung jawab iman kita di tengah masyarakat:

(1) Standar ukuran kehidupan orang percaya adalah Allah, bukan pola pikir dan cara hidup di sekelilingnya. Mikha sebenarnya dapat memilih mengikuti pola pikir dan cara hidup orang-orang di sekelilingnya, agar tidak dipandang aneh. Namun ia memilih untuk tetap mengandalkan Allah dan berpengharapan kepada-Nya. Pilihan Mikha ini, juga mesti menjadi pilihan kita saat berada di tengah situasi kehancuran moral. Kita mesti  tetap berani menyuarakan kebenaran dan meletakkan pengharapan kepada Allah bukan berharap pada situasi yang berubah. Kita berharap kepada apa yang akan dilakukan Allah, bukan kepada apa yang akan dilakukan oleh masyarakat di sekitar kita.

(2)  Mikha sadar bahwa ia patut menerima kemarahan Tuhan, meski ia sendiri tidak terlibat dalam keberdosaan itu. Kita dapat belajar dari Mikha. Ia tetap merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sekelilingnya. Penyakit masyarakat modern sekarang ini adalah cenderung semakin individualistis dan tidak peduli dengan orang lain di sekitarnya dengan dalih tidak mau ikut campur urusan orang lain. Sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap imannya, kita mesti menderita ketika menyaksikan masyarakat dimana kita tinggal terancam hancur moralnya . Walaupun kita tidak ikut serta dalam kejahatan itu, namun orang percaya tetap harus memikul tanggung jawab terhadap keadaan dimana ia berada, sebab relasi yang tidak benar antara manusia dengan Allah menyebabkan rusaknya konsep tentang diri sendiri dan orang lain. Mereka tidak dapat mempercayai diri sendiri apalagi mempercayai orang lain.

BILA  ANDA MERASA TERBERKATI DENGAN TULISAN INI, BERI KOMENTAR DAN KATAKAN AMIN...
( Pdt. Dermawisata  J. Baen, M.Th  )


Artikel Terkait:

DENGAN MEMBERIKAN KOMENTAR UNTUK SETIAP ARTIKEL YANG KAMI TAYANGKAN, BERARTI ANDA IKUT BERPARTISIPASI DALAM MEMBANGUN PELAYANAN BAGI JEMAAT, KHUSUSNYA DI JEMAAT GKE BUNTOK

0 Response to "Tanggung Jawab Iman seorang Jemaat di tengah masyarakat"

Post a Comment